Warning: mysqli_num_fields() expects parameter 1 to be mysqli_result, boolean given in /home/mybetcom/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 3021
Sepp Blatter: Piala Dunia 2006 Penuh Skandal Suap - Agen Bola Terpercaya Mybet188, Judi Bola Online, SBOBET, CASINO, IBCBET

Sepp Blatter: Piala Dunia 2006 Penuh Skandal Suap

INILAH.COM, Zurich – Presiden FIFA Sepp Blatter mengungkapkan bahwa pemberian wewenang kepada Jerman untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006 diliputi skandal suap.

Pria 76 tahun itu menyebut saat pemungutan suara untuk menentukan tuan rumah Piala Dunia 2006, salah seorang pemilik hak suara misterius meninggalkan ruangan. Dia merasa terlalu naif untuk tidak berpikir ada apa-apanya saat itu.

“Piala Dunia yang dibeli. Saya sedang berpikir tentang bagaimana Piala Dunia 2006 itu diberikan, ketika seseorang tiba-tiba meninggalkan ruangan pada saat terakhir,” ujar Blatter dalam wawancara dengan surat kabar Swiss Blick.

Akibat hal itulah, menurut Baltter, Jerman akhirnya terpilih sebagai tuan rumah mengalahkan Afrika Selatan, Inggris, dan Maroko sebagai saingannya.

“Saya senang bahwa saya tidak harus memberikan suara menentukan. Tapi, yah, ada orang yang tiba-tiba berdiri dan meninggalkan ruangan. Mungkin aku terlalu naif saat itu. Tidak mengira akan begitu, aku hanya mengatakan apa yang terjadi,” katanya.

Akibatnya Asosiasi Sepak bola Jerman (DFB) bereaksi keras terhadap komentar Blatter tersebut. DFB menuduh Blatter hanya mengalihkan perhatian dari skandal suap yang melibatkan mantan Presiden FIFA Joao Havelange.

“Pernyataan tersebut sangat sumir, tak berdasar dan tampaknya hanya untuk mengalihkan perhatian publik dari skandal yang saat ini membelit FIFA,” kata Sekretaris Jenderal DFB Helmut Sandrock.

Blatter juga mengungkapkan bahwa seorang Ketua Umum Federasi Sepak Bola sebuah negara yang tidak disebutkan namanya juga berusaha menyuapnya pada 1986.

“Ada upaya untuk menyuap saya, saat itu saya masih Sekretaris Jenderal FIFA. Federasi sepak bola sebuah negara mendekati saya menjelang pertandingan play-off Piala Dunia 1986. Penyuapan itu terjadi di sini, di markas FIFA,” kata Blatter yang berasal dari Swiss itu.

“Dia mendatangi saya dan meminta untuk mengatur wasit untuk mendukungnya, sambil memasukan amplop ke saku mantel saya. Ada 50.000 dollar dalam amplop itu. Kemudian uangnya kuberikan kepada akuntan kami.”

“Kami membuka rekening bank atas namanya, dan mengatakan kepadanya tentang hal itu. Dia menarik uang lagi tak lama setelah itu. Pria itu kemudian tak nampak lagi sejak mencoba menyuap saya,” tandasnya.[yob]

sumber: http://bola.inilah.com/read/detail/1882950/sepp-blatter-piala-dunia-2006-penuh-skandal-suap

Posting yang berkaitan:

  1. Blatter: Ada Suap di Piala Dunia 2006 VIVAbola – Presiden FIFA Sepp Blatter menduga ada skandal suap terjadi saat pemilihan Jerman sebagai tuan rumah Piala Dunia 2006 silam. Blatter mengungkapkan salah satu anggota pemilik hak suara tidak…
  2. Blatter Bantah Terlibat Skandal Suap FIFA INILAH.COM, Bern – Presiden FIFA Sep Blatter mengaku tak bersalah dalam skandal suap yang melibatkan mantan Presiden FIFA sebelumnya Joao Havelange. Rabu (11/7/2012) kemarin, FIFA menerbitkan sebuah laporan jaksa Swiss,…
  3. Politisi desak Blatter ungkap skandal pembayaran Presiden FIFA Sepp Blatter (REUTERS/Christian Hartmann) Saya tidak punya kuasa untuk memanggilnya dan meminta dia memperlihatkan akunnya…Kongres menunjuk dia sebagai Presiden Kehormatan. Hanya Kongres yang dapat menentukan masa depannya.” Berebut…
  4. Skandal Suap Pacu Motivasi Italia di Euro !–Follow @vivanews – !– –!– –!– – VIVAbola – Wakil Presiden FIGC, Demetrio Albertini yakin kasus suap ‘Scommessopoli’ tidak akan berpengaruh pada persiapan skuad Italia jelang Euro 2012. Dua pekan…
  5. Diguncang Skandal Suap, Italia Siap Hengkang Dari Euro Diguncang Skandal Suap, Italia Siap Hengkang Dari Euro Seruu.com – Pelatih timnas Italia Cesare Prandelli mengumumkan kesiapan negaranya untuk hengkang dari Piala Eropa 2012 jika dibutuhkan. Pernyataan ini dilontarkannya menyusul…

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.