Warning: mysqli_num_fields() expects parameter 1 to be mysqli_result, boolean given in /home/mybetcom/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 3021
Filosofi Sepak bola Berasal dari Keluarga - Agen Bola Terpercaya Mybet188, Judi Bola Online, SBOBET, CASINO, IBCBET

Filosofi Sepak bola Berasal dari Keluarga

INILAH.COM, Jakarta – Optimistis dan penuh percaya diri, kharisma itulah yang ditunjukkan Jose Mourinho, pelatih sepak bola yang sudah merengkuh sukses di empat negara.

Di usianya yang cukup muda sebagai seorang pelatih, Mourinho bisa dibilang bergelimang gelar. Namanya mulai mencuat setelah meraih gelar Liga Champions bersama Porto, klub dari negara yang tak punya tradisi bersaing di Eropa.

Sukses meraih Liga Champions inilah yang kemudian melambungkan pemilik nama lengkap Jose Mario dos Santos Mourinho Felix itu. Roman Abramovich, taipan asal Rusia yang kala itu baru membeli Chelsea, langsung memboyongnya ke Inggris.

Pilihan Abramovich cukup tepat, tiga musim di Inggris, Mou meraih diantarany dua gelar Liga Primer Inggris secara beruntun. Di klub ini pula, Mou menegaskan eksistensinya.

Sebagai pelatih dari liga medioker, ia awalnya dipandang sebelah mata. Namun semua berubah setelah ia melontarkan pernyataan yang kini menjadi identitasnya. “Karena saya The Special One (Yang Istimewa),” tegasnya dalam jumpa pers perkenalannya sebagai pelatih Chelsea, saat ditanya apa yang membuatnya pantas melatih ‘The Blues’.

Pertanyaan ini tentu saja membuatnya dicap sombong. Hanya dalam sekejap, ia menuai banyak musuh. Namun bagi mereka yang bekerjasama dengannya, Mourinho tetap dicinta. Sudah pasti, karena setiap klub yang ia tangani sejauh ini selalu meraih gelar.

Tiga tahun di Chelsea, Mou hijrah ke Italia. Inter Milan pun meraih dua gelar liga dan satu gelar Liga Champions selama dua musim dibesutnya. Namun lagi-lagi Mou tak betah. Ia hijrah ke Real Madrid. Setelah meraih trofi Piala Raja di musim pertama, Mou mempersembahkan trofi yang lebih bergengsi, La Liga, di akhir musim 2011-12.

Ada yang beranggapan, sukses Mourinho banyak dipengaruhi keberuntungan, karena ia direkrut klub yang tepat pada saat yang tepat.

Hal ini tentu saja dibantah oleh Mourinho. “Sukses saya bukan karena in the right time and in the right place. Justru klub yang memilih sayalah yang melakukan pilihan tepat,” ujarnya, dalam jumpa pers terbatas di Jakarta, Rabu (13/6/12).

Mourinho tahu betul dunia yang digelutinya dan apa yang dibutuhkan untuk sukses. Tekanan bukanlah sesuatu yang harus dihindari, karena itu jelas tidak mungkin di sepak bola. Tekanan harus dihadapi dan diatasi. Bahkan bagi Mou, tekananlah yang selalu ia cari. Karena itupula, ia tak pernah berlama-lama menikmati sukses di satu klub.

“Saya selalu ingin berada di tempat yang berbeda dan memenangkan kejuaraan. Saya ingin membagi ide saya sekaligus belajar ide baru dari orang lain.”

“Saya punya tiga tujuan. Pertama yang sudah tercapai adalah meraih tiga gelar dari tiga liga top di Eropa (Inggris, Italia dan Spanyol). Kedua, meraih gelar Liga Champions ketiga dan yang ketiga adalah meraih gelar bersama Timnas Portugal,” paparnya.

“Tetapi di sini masalahnya. Saya tak terlalu suka menangani timnas karena hanya bertanding sekali dalam dua bulan. Saya lebih suka bertanding secara teratur, menjalani tiga kompetisi sekaligus, menjalani tiga pertandingan dalam satu pekan,” tegasnya.

Tak hanya mengenai klub, Mou juga memberikan pendapatnya mengenai sepak bola secara global. Ia mendorong negara-negara di Asia untuk terus bersaing dengan Eropa.

“Sepak bola hak semua orang, bukan terbatas di negara-negara top. Tidak. Saya setuju dengan presiden UEFA, Michel Platini, agar sepak bola berkembang secara merata. Memang yg terbaik untuk saat ini di Eropa adalah Liga Spanyol, Liga Inggris juga kompetisi di Liga Champions.”

“Untuk mengembangkan sepak bola, dibutuhkan organisasi (sepak bola) yang baik dan sistem kepelatihan yang baik. Dari situ akan muncul generasi yang bagus. Mungkin tidak dalam waktu cepat, setidaknya 6-10 tahun lagi bisa bersaing,” ia menambahkan.

Mourinho, yang diundang untuk menghadiri pembukaan Singapore Olympic Foundation (SOF), juga mendukung segala bentuk kegiatan pengembangan remaja. “Yayasan seperti ini merupakan investasi besar bagi remaja. Menurut saya, yang paling harus diperhatikan adalah remaja dan anak-anak, serta orang-orang tua,” ujarnya.

Dedikasinya untuk pekerjaan tak perlu diragukan lagi. Ia kerap meninggalkan keluarganya untuk memberikan yang terbaik bagi klub. Namun siapa sangka, filosofi yang ia pegang dalam dunia sepak bola justru berasal dari nilai-nilai keluarga. Mourinho adalah sosok penyayang keluarga. Ia berusaha memberikan yang terbaik bagi keluarga pada setiap kesempatan yang ia miliki.

“(Dalam klub) kami harus seperti keluarga, di klub sama seperti di rumah ada orang-orang dengan kepribadian berbeda. Seperti dalam keluarga, masalah selalu ada. Tetapi dengan saling mencintai, kita bisa menyelesaikan masalah.”

“Istri saya bertanggung jawab untuk menyeimbangkan,” jawab Mou, ketika ditanya caranya menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesionalnya. “Harus bisa jadi ayah dan ibu sekaligus karena ayah tak bisa selalu ada.”

“Di sepak bola sangat banyak tekanan, karena itu saya harus menikmati setiap saat yang kami miliki. Contohnya, tiga hari ini saya tak bertemu keluarga tapi nanti di akhir pekan kami akan menikmatinya bersama,” tandas Mou.

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.