Warning: mysqli_num_fields() expects parameter 1 to be mysqli_result, boolean given in /home/mybetcom/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 3021
GPS Bisa Cegah Cedera Pemain Bola EURO 2012 - Agen Bola Terpercaya Mybet188, Judi Bola Online, SBOBET, CASINO, IBCBET

GPS Bisa Cegah Cedera Pemain Bola EURO 2012

<!– –>

VIVAnews – Beberapa pemain Eropa harus melewatkan kesempatan beraksi di Polandia dan Ukraina bulan ini. Liga Inggris, English Premier League (EPL) menjadi satu liga besar di benua Eropa yang tidak ada libur musim dingin.

Menurut riset UEFA, bintang EPL empat kali beresiko untuk terluka dalam kampanye tiga bulan terakhir.

Begitu banyak pertandingan harus dihadapi pemain dengan intensitas fisik tinggi. Bahkan, beberapa pemain sulit menghindar dari cedera sebelum ajang EURO 2012 berlangsung.

Bagaimana apabila pelatih dan tim medis bisa melacak kesehatan pemain? Kemungkinan ini bisa membuat pemain yang kurang fit diistirahatkan sebelum kembali berlaga.

Ilmuwan olahraga ternama, Dr. Craig Duncan menemukan cedera lapisan jaringan lunak seperti yang dialami pemain sepakbola Inggris Frank Lampard dan Gareth Barry bisa dicegah. Cedera ini bisa diantisipasi apabila pemain bola mengenakan Global Positioning Systems (GPS) selama pertandingan.

Sistem lokasi berbasis satelit yang dimiliki Departemen Pertahanan Amerika Serikat ini bisa mengukur intensitas kerja pemain. GPS bisa juga melacak posisi pemain di lapangan.

Studi ini telah dilakukan pada dua pemain rugbi internasional. Hasil riset dirilis pada 2011. Temuan penelitian ini menunjukkan data GPS bisa menyediakan indikator penting performa. GPS juga bisa membantu pengembangan kondisi dan protokol pelatihan. Ini bisa bermanfaat untuk manajemen pencegahan cedera.

Ilmuwan asal Australia ini telah menerapkan alatnya pada liga rugbi dan persatuan rugbi. Peraturan Sepakbola Australia malah telah memperbolehkan alat ini digunakan dalam pertandingan.

Alat ini hanya setengah dari ukuran ponsel rata-rata. Unit GPS bisa dipakai dengan nyaman pada punggung atas pemain.

Duncan ingin FIFA memperbolehkan penggunaan GPS ini saat pertandingan. Manager klub sepakbola bisa mengetahui ketika pemain merasa kelelahan. Apabila mereka bekerja terlalu keras, dia bisa digantikan dengan pemain lain atau cadangan.

“Kita punya pemain cadangan sebelum pertandingan ketika angka-angka ini mulai di luar zona normal. Ini juga membantu mengawasi beban latihan untuk meyakinkan cedera bisa dicegah,” ujar pria Australia itu seperti dilansir dari CNN.

Duncan yakin GPS berperan penting mengurangi cedera pada Sydney FC.

“Inisiatif pencegahan memang sulit untuk diukur tingkat keberhasilannya. Tapi, saya bisa mengatakan kami telah mengurangi tingkat cedera di klub saya dengan tingkat lebih dari 60 persen tahun ini karena pengawasan cermat,” imbuhnya.

Menurut Duncan, penyebaran penggunaan GPS bisa mencegah lebih banyak lagi luka yang terjadi karena kelelahan. Tapi, dia juga sadar banyak manager yang tidak bisa langsung menyerap temuannya ini.

Kepala Kebugaran dan Pengkondisian Klub Inggris Liverpool, Darren Burgess tidak yakin dengan argumen Duncan. Menurut pria yang juga berasal dari Australia ini, sistem analisa seperti yang disediakan Prozone sudah mencukupi data pengukuran beban kerja pemain.

Burgess menilai GPS bisa mengalami masalah ketika mencari data di stadion besar seperti Anfield. Gangguan sinyal satelit rentan terjadi.

“Saya telah menggunakannya di berbagai stadion tanpa masalah,” tampik Duncan.

Pakar Fisiologi Pelatihan yang bekerja untuk tim nasional Rusia selama EURO 2012, Raymond Verheijen meyakini 80 persen cedera bisa dicegah. Dia telah lama berdebat kelelahan karena beban latihan berat menjadi penyebab cedera.

Pria asal Belanda ini telah merilis penelitian terhadap 27.000 pertandingan. Pemain yang bermain dua hari setelah pemulihan saat melawan tim yang menikmati minimal jeda istirahat tiga hari dinilai 39 persen akan kalah di kandangnya. Tapi, ada 42 persen kemungkinan tetap bisa memenangkan pertandingan.

Apabila kedua tim baru beristirahat selama dua hari, tim lawan akan lebih menderita. Kesempatan untuk menang akan turun hingga 26 persen.

Temuan pria asal Belanda ini menunjukkan tim yang bermain setiap tiga hari akan mengalami kendala kelelahan.

Program asuransi FIFA mulai setelah Kejuaraan Eropa di Polandia dan Ukraina. UEFA menyediakan asuransi untuk 16 laga tim dan semua pertandingan tim nasional. Ini termasuk pemain yang bertanding di Eropa hingga 1 September 2012.

Menurut Duncan, uang kurang dimanfaatkan untuk melindungi aset berharga klub dan negara yakni pemain sepakbola.

“Saya memperkirakan anggaran English Premier League US$2 miliar. Saya pikir kurang dari 1 persen dihabiskan untuk menjaga pemain ini dengan pengembangan pengobatan olahraga dan sains olahraga,” keluh Duncan.

Ada lagi kendala nyata. Aturan FIFA melarang penggunaan GPS. Tapi, masih terbuka kemungkinan seperti tercantum pada hukum permainan halaman 65: “Seorang pemain mungkin menggunakan peralatan selain peralatan dasar sesuai ketentuan apabila satu-satunya tujuan penggunaan untuk melindungi dirinya secara fisik dan tidak menimbulkan bahaya bagi dirinya atau pemain lain.” (eh)

 

<!– –>

SHARE KE TIMELINE FACEBOOK










‘;
wrap_all += ”+ wrap + ”;

}

$(loader_class).css(‘display’,’none’);

$(‘.drop_me’).remove();
$(drop_class).append(”);

self.cekButton(‘.drop_me’,’.wrap_slide’,lebar_slide+15,slide_count,’btn_left_fren’,’btn_right_fren’);

$(‘.btn_left_fren’).click(function(){

self.processPaging(‘.drop_me’,’.wrap_slide’,lebar_slide+15,’plus’,slide_count,’btn_left_fren’,’btn_right_fren’);
});
$(‘.btn_right_fren’).click(function(){

self.processPaging(‘.drop_me’,’.wrap_slide’,lebar_slide+15,’min’,slide_count,’btn_left_fren’,’btn_right_fren’);
});

});

}

}

fb_og.prototype.apiOpenActivity = function(){
var self = this;
var buffer_data;
$(‘.drop_kegiatan’).css(‘display’,’block’);
$(‘.loader_act’).css(‘display’,’block’);
$(‘.drop_me’).remove();
if(self.data.activity_per_person != false){

FB.api(‘/me/news.’ + self.data.action +’access_token=’+self.data.token+’limit=1500′,function(response){
var view = “”;
var bungkus = “”;
var wrap = “”;
var wrap_all = “”;
var lebar_slide = 400;
var slide_count = 0;
var btn_paging = 1;
var x = 0;
var count = 0;
if (!response || response.error) {
wrap += ‘— Koneksi Facebook.com sedang terganggu—‘;

} else {
buffer_data = response.data;
var jum_dat = response.data.length;

if(jum_dat 0) {

for( x in buffer_data){
if(x ‘;
view += ‘

  • ‘;
    view += ‘‘+title+”;
    view += ‘ ‘+ time+’
    ‘;
    view += ‘
  • ‘;
    view += ‘

‘;
count = ++x;
if(count % self.data.news_per_slide == 0){
bungkus += ‘

    ‘+view+’

‘;
view =””;
++slide_count;
}else if(jum_dat == count){
bungkus += ‘

    ‘+view+’

‘;
view =””;
++slide_count;
}

}

}
wrap += bungkus;

}else{
wrap += ‘—tidak ada data artikel yang telah anda baca—‘;
btn_paging = 0;
count = 0;
}

lebar_all = (slide_count * (lebar_slide+15)) ;
wrap_all += ”;
wrap_all += ‘

Aktivitas Terkini (‘+count+’)

‘;

if(btn_paging == 1 || count ‘;
wrap_all += ‘‘;
wrap_all += ‘‘;
}

wrap_all += ‘‘;
wrap_all += ”+ wrap + ”;

}

$(‘.loader_act’).css(‘display’,’none’);

$(‘.drop_kegiatan’).append(”);

self.cekButton(‘.drop_me’,’.wrap_slide’,lebar_slide+15,slide_count,’btn_left’,’.btn_right’);

$(‘.btn_left’).click(function(){

self.processPaging(‘.drop_me’,’.wrap_slide’,lebar_slide+15,’plus’,slide_count,’.btn_left’,’.btn_right’);
});
$(‘.btn_right’).click(function(){

self.processPaging(‘.drop_me’,’.wrap_slide’,lebar_slide+15,’min’,slide_count,’.btn_left’,’.btn_right’);
});

$(‘.delete_act’).click(function(){
var a = $(this).attr(‘id’);
var b = FB._authResponse.accessToken;
$(this).css(‘background’,’none’);
$(this).after(‘Dihapus‘);
$(this).css(‘display’,’none’);

FB.api(‘/’+a+’?access_token=’+b,’DELETE’,function(response) {
if (!response || response.error) {
console.log(‘gagal delete’);
}
});

});
});

}

}
fb_og.prototype.cekButton = function(bungkus,slide,lebar_per_slide,slide_count,left_btn,right_btn){
var posisi = parseInt($(slide).css(‘left’));
var slide = – parseInt(lebar_per_slide);
var max = – parseInt(slide_count * lebar_per_slide);
if(posisi slide max !== slide){
$(right_btn).css(“background”,”url(http://us.vivanews.com/appaux/images/soc-btn.gif?2)-25px -205px no-repeat”);
$(left_btn).css(“background”,”url(http://us.vivanews.com/appaux/images/soc-btn.gif?2)0px -166px no-repeat”);
}else if(posisi slide max == slide){
$(right_btn).css(“background”,”url(http://us.vivanews.com/appaux/images/soc-btn.gif?2)-25px -166px no-repeat”);
$(left_btn).css(“background”,”url(http://us.vivanews.com/appaux/images/soc-btn.gif?2)0px -166px no-repeat”);
}else if(posisi (max – slide)){
$(right_btn).css(“background”,”url(http://us.vivanews.com/appaux/images/soc-btn.gif?2)-25px -205px no-repeat”);
$(left_btn).css(“background”,”url(http://us.vivanews.com/appaux/images/soc-btn.gif?2)0px -205px no-repeat”);
}else if(posisi 0 || skrg = 60 sisa = 3600 sisa = 86400 sisa ‘).insertBefore(‘.aktifitas_fb_me’);
$(‘.thumb_me’).css(‘background’,’url(https://graph.facebook.com/’+ usr +’/picture)’);
$(‘

‘+name+’

‘).insertBefore(‘.aktifitas_fb_me’);
$(‘Facebook Anda aktif ‘).insertBefore(‘.aktifitas_fb_me’);

$(‘.fb_act_btn’).click(function() {
if(self.data.status_drop || self.data.status_drop == ‘ready’){
self.data.status_drop = 0;
self.apiOpenActivity();
}else{
self.data.status_drop = 1;
$(‘.drop_me’).remove();
$(‘.drop_kegiatan’).css(‘display’,’none’);

}
});
$(‘.my_fb’).mouseleave(function(){
$(‘.drop_me’).empty();
$(‘.drop_kegiatan’).css(‘display’,’none’);
self.data.status_drop = 1;
});

$(‘.sos_aktif’).click(function(){
self.deleteCookie(“fb_social”);
$(‘.sos_nonaktif’).css(‘display’,’block’);
$(‘.sos_aktif’).css(‘display’,’none’);

});

$(‘.sos_nonaktif’).click(function(){
self.setCookie(“fb_social”);
$(‘.sos_nonaktif’).css(‘display’,’none’);
$(‘.sos_aktif’).css(‘display’,’block’);
self.apiPostAction( self.data.action, self.data.article, self.data.page );

});

})

}

fb_og.prototype.showLoader = function(status){
if (status)
$(‘.loader’).css(‘display’,’block’);
else
$(‘.loader’).css(‘display’,’none’);
}

//////////////////////////////////////////re use//////////////////////////////////////////////////////////

fb_og.prototype.checkCookie = function(og){
var i,x,y,ARRcookies=document.cookie.split(“;”);
for (i=0;i

<!– debugging


–>



pe2s

12/06/2012

‘+
”+
‘+
”+
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.‘+
”+
”+
”+

);
clicked++;
$(“[id^=replyButton_]*”).click(function(){
var captchaCode = $(“[id^=captcha_code_]*”).val();
var textReply = $(“[id^=comment_2_]*”).val();

if(captchaCode!=” textReply!=”){
$(‘#replyAlert_’ + divId).html(

);
$(‘#replyBox_’ + divId).remove();
var type_ = ‘article’;
$.ajax({
type: “POST”,
url: “/comment/insertReply/”,
data: “captcha_code=” + captchaCode + “comment_reply=” + textReply + “parent_id=” + divId +
“article_id=” + articleId + “type=”+ type_,
success: function(msg){
$(‘#replyContent_’ + divId).remove();
$(‘#replyAlert_’ + divId).html(msg);
}
});
}else{
$(‘#replyBox_’ + divId).html(

);
}
});
if(clicked==1){
$(“[id^=replyLink_]*”).click(function(){
$(‘#replyBox_’ + divId).hide();
});
}
});
}

function report(username,idComment){
var captchaRefresh = Math.floor(Math.random() * 999999999);
var senderUser = ”;
var location = window.location;
var str = ‘Anda, ‘+senderUser +’, melaporkan penyalahgunaan untuk ID : ‘ +username+’
dengan URL artikel : ‘+ location +”;
str += ”;
str += ”;
str += ”;
str += ‘Masukan karakter alfa numerik di bawah pada text box yang tersedia.‘;
str += ”;
str += ‘Terima kasih telah mengirimkan laporan. Kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran data yang Anda isi. Data ini tidak akan dimunculkan ke publik, namun hanya sebagai data yang akan digunakan untuk memeriksa dan menindak lanjuti permasalahan sesuai topik yang anda kirimkan.

‘;

jqistates = {
state0: {
html: str,
buttons:{Submit:true, Cancel:false},
submit: function(v,m,f){
var flag = true;
var e = “”;
var email_status = false;
m.find(‘.errorBlock’).hide(‘fast’,function(){ jQuery(this).remove(); });
if(v){
// validasi
if(jQuery.trim(f.id_email)!=””){
var emailRegEx = /^[A-Z0-9._%+-]+@[A-Z0-9.-]+.[A-Z]{2,4}$/i;
if (f.id_email.search(emailRegEx) == 0) email_status = true;
}

if(email_status == false){e += “E-mail tidak boleh kosong / format email salah
“;}
if(f.id_problem == 0){e += “Pilih topik permasalahan anda
“;}
if(jQuery.trim(f.id_keterangan)==””){e += “Silakan isi keterangan
“;}
if(jQuery.trim(f.id_captcha_image)==””){e += “Masukkan captcha
“;}

if(e==””){
$.ajax({
type : “POST”,
url : “/comment/report_abuse/”,
data : “captcha_code=” + f.id_captcha_image + “idComment=”+ idComment + “topik_masalah=” + f.id_problem + “keterangan=” + f.id_keterangan +
“id_pelapor=” + senderUser + “location=”+ escape(location) + “email_pelapor=” + f.id_email + “id_terlapor=” + username,
success : function(msg){
$.prompt.close()
jQuery.prompt(msg);
}
});
//jQuery.prompt.goToState(‘state1’);
}else{
// do noticement failure
jQuery(”).prependTo(m).show(‘slow’);
}
return false;
}
}
},
state1: {
html: ‘

Permintaan anda akan segera di proses.
Terima Kasih atas partisipasi anda

‘,
focus: 1,
buttons: {Ok: true },
submit: function(v,m){
if(v)return true;
}
}
};
$.prompt(jqistates);
}

Anda harus Login untuk mengirimkan komentar


Facebook Connect


);
$.ajax({
type: “POST”,
url: “/comment/load/”,
data: “valIndex=” + a + “articleId=” + b + “defaultValue=” + c,
success: function(msg){
$(“#loadkomen”).html(msg);
//$(“.balasan”).hide();
}
})
}

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.