Warning: mysqli_num_fields() expects parameter 1 to be mysqli_result, boolean given in /home/mybetcom/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 3021
Sepakbola, Drama dalam Sejarah - Agen Bola Terpercaya Mybet188, Judi Bola Online, SBOBET, CASINO, IBCBET

Sepakbola, Drama dalam Sejarah

Lupakan juga sejenak krisis Eropa di Yunani yang mengancam stabilitas ekonomi bukan saja di Eropa, tapi juga dunia yang menyebabkan nilai rupiah melemah. Sejenak lupakan juga krisis nuklir di Iran dan ancaman bloade di Selat Hormuz yang menyebabkan harga minyak melambung tinggi.

Biarkan rakyat, terutama penggila bola menikmati hiburan untuk beberapa minggu ke depan. Mereka hanya mengharapkan agar pemerintah, dalam hal ini PLN, tidak melakukan pemadaman listrik. Jika bisa tunda dulu, program pemeliharaan atau perawatan yang menyebabkan pemadaman listrik pada waktu pertandingan akan dimulai. Sebuah permintaan yang sederhana bukan?

Sepakbola merupakan cabang olahraga yang paling banyak diminati oleh masyarakat dunia. Sejak pertama kali dimainkan oleh para prajurit di negeri Tiongkok pada abad ke-7 Masehi dengan menggunakan bola yang terbuat dari kulit hewan. Sepakbola mengalami modernisasi pada tahun 1863 di Inggris, dan sepakbola terus mengalami perkembangan yang sangat pesat sampai saat ini. Di abad 21, sepakbola tidak hanya menjadi salah satu cabang olahraga, tetapi telah menjadi salah satu industri yang sangat menguntungkan. Para miliarder dunia banyak yang menginvestasikan uangnya dalam bisnis ini.

Hampir semua negara di belahan dunia ini memainkan sepakbola, negara yang menjadi anggota FIFA lebih banyak ketimbang keanggotaan PBB. Di beberapa negara (seperti Inggris dan Italia), eksistensi sepakbola bahkan bisa bersaing dengan eksistensi agama, di mana ada statemen yang sering didengar adalah football is my religion, footballigiusme. Keindahan permainan sepakbola telah menjadi semacam candu yang terus mempengaruhi orang untuk duduk bertahan lama di depan televisi untuk menyaksikan pertandingan sepakbola. Atau berbondong-bondong memadati stadion, tak peduli dengan kondisi cuaca dan jarak stadion. Pertandingan di ujung dunia sekalipun, akan mereka datangi.

Filosofi Sepakbola

Dalam pertandingan sepakbola, kita tentunya tidak hanya melihat 22 orang berlari di lapangan untuk mengejar bola dan mencetak gol ke gawang lawan. Namun ada nilai lain yang lebih penting yang kemudian bisa menjadi pedoman dalam kehidupan kita, yaitu nilai kepemimpinan dan kerjasama. Nilai kepemimpinan terlihat dalam diri pelatih dan kapten tim. Pelatih dapat dikatakan sebagai mastermind dalam meracik strategi bagi timnya. Tanpa ada strategi yang jelas, suatu tim akan sangat sulit dalam menghadapi para lawannya. Pelatih adalah pemimpin dalam tim sepakbola, oleh karena itu, kewibawaan, kecerdasan, kecerdikan, dan kedisiplinan merupakan sikap yang sangat dituntut dimiliki oleh setiap pelatih.

Selain pelatih, sikap pemimpin juga terlihat dalam diri kapten tim, yang memimpin rekan-rekannya di tengah lapangan. Kapten tim hadir untuk mengganti peran pelatih, yang hadir untuk memimpin teman-temannya dalam menerapkan strategi yang telah ditetapkan pelatih, dan terutama untuk memberikan semangat bagi teman-teman yang bermain.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya dalam sepakbola adalah kerjasama. Kerja sama tim merupakan kunci kemenangan suatu tim sepakbola. Tanpa ada kerjasama yang baik antara sesama pemain, serta antara pemain dan pelatih, maka strategi yang telah ditetapkan untuk mencapai kemenangan tidak akan dapat dicapai.

Kemenangan Tujuan Utama?

Apakah sebuah kemenangan dalam pertandingan sepakbola penting? Apakah predikat sebagai juara penting? Jika pertanyaan seperti ini disampaikan kepada Roberto Di Matteo, pelatih Chelsea yang menjuarai Liga Champions lalu, sudah pasti jawabannya adalah “ya”. Di Matteo menggunakan segala strategi agar timnya menang. Walaupun menggunakan taktik bertahan dan mengandalkan serangan balik, ia mampu mengantarkan timnya juara.

Lain halnya dengan Pep Guardiola, ketika masih melatih klub Barcelona, ia pernah berujar, “Jika 5, 10, dan 15 tahun ke depan orang masih ingat pada gaya permainan yang kami peragakan saat ini, itu sukses yang sangat besar bagi kami.”

Sepakbola adalah strategi, lapangan adalah medan pertempuran. Untuk memenangkan pertandingan harus menerapkan strategi yang tepat. Jika lawan yang dihadapi memiliki kualitas yang lebih baik, tentu tidak bisa bertanding secara frontal terbuka. Mati konyol namanya. Maka dalam sepakbola kerap kita menjumpai drama, berapa banyak tim kuat yang dihuni oleh para pemain bintang, dikalahkan oleh tim underdog atau tim yang tidak diunggulkan.

Piala Eropa 1992, merupakan turnamen yang dianggap mempunyai maha kejutan. Denmark tidak lolos babak kualifikasi dan para pemainnya sudah pergi berlibur musim panas. Namun UEFA memanggil mereka untuk berpartisipasi karena Yugoslavia yang dilanda perang tidak bisa berpartisipasi. Dengan persiapan seadanya, tim Denmark meledak seperti dinamit yang menghancurkan lawan-lawannya. Mereka tampil bagus dan akhirnya juara setelah mengalahkan Jerman di final.

Di Piala Eropa 2012 ini, juara bertahan Spanyol, meski ditinggal David Villa dan sang kapten Carles Puyol yang mengalami cedera, menempati unggulan pertama dengan koefisien 3,8, diikuti Jerman (3,85), Belanda (6,5), dan Prancis (10). Sementara Inggris yang lini tengahnya babak belur ditinggal sejumlah pemain andalan menempati unggulan kelima dengan koefisien 11, diikuti Italia (13). Irlandia menempati posisi buncit dengan koefisien (96). Namun, tentu saja ini bukan harga mati.

Bisa saja tim-tim yang diunggulkan, tersungkur dan masuk kotak duluan. Sementara tim yang tidak diunggulkan, justru tampil luar biasa. Sepakbola memang kerap melahirkan sebuah drama. Ibarat tontonan telenovela, pendukung tim yang bertarung di lapangan dapat menangis berlinang air mata, dapat pula mereka tertawa riang gembira. Momen-momen seperti itu tidak bisa lepas dari kegigihan 22 manusia yang bertarung dalam lapangan bola. Tak ada kata menyerah, apalagi lelah di benak mereka. Selamat datang Piala Eropa 2012!***

Penulis adalah pemerhati masalah sosial-kemasyarakatan.

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.