Warning: mysqli_num_fields() expects parameter 1 to be mysqli_result, boolean given in /home/mybetcom/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 3021
Jurus Diplomasi Heynckes - Agen Bola Terpercaya Mybet188, Judi Bola Online, SBOBET, CASINO, IBCBET
mybet188.comsitemap
mybet188.comsitemap
mybet188.comsitemap

Jurus Diplomasi Heynckes

MUENCHEN, KOMPAS.com – Pelatih Bayern Muenchen Jupp Heynckes memainkan diplomasi pada momen krusial sehari jelang final Liga Champions melawan Chelsea di Stadion Fussball Arena, Muenchen, Sabtu (19/5) atau Minggu dini hari WIB. Jurus mind games ini sama pentingnya seperti taktik di lapangan.

Heynckes, pelatih berusia 67 tahun itu, mengirim pesan kepada pemilik Chelsea, Roman Abramovich: pertahankan Roberto Di Matteo sebagai pelatih Chelsea, tidak peduli apa pun hasil partai final, Minggu dini hari WIB nanti. ”Andai saya menjadi Abramovich, saya akan mempertahankan pelatih muda itu,” katanya dalam jumpa pers, Jumat (18/5).

Meski telah memberi gelar Piala FA dan sukses membawa Chelsea ke final Liga Champions, Di Matteo tetap pelatih caretaker atau pelatih sementara pengganti Andre Villas-Boas yang dipecat pada 4 Maret lalu.

”Dilihat dari luar, kelihatannya dia (Di Matteo) sangat dingin yang mengendalikan penuh dan perlahan-lahan mampu meningkatkan hubungan dengan pemain, serta menciptakan harmoni,” ujar Heynckes.

”Saya pikir, dia melakukan tugas yang luar biasa. Untuk posisi pelatih, Anda butuh kesinambungan. Atmosfer di ruang ganti sangat penting, harmoni dan hormat antara pemain dan pelatih.”

Tidak ada yang salah, dan bahkan mungkin itu yang benar, dalam ucapan arsitek Bayern tersebut. Heynckes sendiri pernah merasakan pahitnya dicopot dari jabatan pelatih Real Madrid pada 1998 justru setelah hanya beberapa hari mengantarkan klub Spanyol itu juara Liga Champions, gelar Eropa pertama Real setelah 32 tahun.

Namun, dalam konteks laga seprestisius final Liga Champions, ucapan-ucapan Heynckes itu bisa menjadi bagian dari permainan urat saraf (mind games), yang biasa dilakukan sejumlah pelatih menjelang duel penting. Itu bisa dilihat sebagian upaya merusak konsentrasi lawan.

Chelsea sebagai ancaman

Di mata Heynckes, Chelsea ancaman serius bagi klubnya untuk memboyong gelar Liga Champions kelima. Setelah ditangani Di Matteo, terlepas dari pencapaian di liga, Chelsea mengalami transformasi: dari situasi di ujung tanduk menyusul kekalahan 1-3 di Napoli menjadi tiket final, termasuk dengan mendepak juara bertahan Barcelona.

Tak bisa dimungkiri, hal itu berkat sentuhan midas Di Matteo (41 tahun). Di bawah pelatih asal Italia itu, kata Heynckes, Chelsea mampu bermain dengan berbagai sistem.

”Anda bisa lihat, Chelsea bisa bermain dengan sistem yang berbeda-beda,” ujar Heynckes seperti dikutip situs UEFA, Kamis. ”Mereka bermain sama sekali berbeda menghadapi Benfica (di perempat final) dibandingkan saat melawan Barcelona (di semifinal). Saya perkirakan (di final), Chelsea bakal kembali tampil sedikit berbeda saat menghadapi Bayern.”

Absennya bek kapten John Terry, Branislav Ivanovic, dan gelandang Ramires serta Raul Meireles membuat formasi Chelsea lebih sulit ditebak dibandingkan dengan Bayern yang juga kehilangan bek Holger Badstuber, David Alaba, dan gelandang Luiz Gustavo. Hal itu dikupas pakar taktik sepak bola Jonathan Wilson dalam ulasannya di laman Sports Illustrated, Rabu lalu.

”Isu utama untuk Di Matteo yang harus dipecahkan adalah apakah ia akan memainkan 4-3-3 atau 4-2-3-1?” tulis Wilson. ”Melawan Barcelona—hingga muncul kebodohan Terry dan kartu merahnya—ia lebih suka memainkan 4-3-3. John Obi Mikel diapit Meireles dan Frank Lampard dengan menempatkan Juan Mata alternatif penyerang kreatif di sisi kanan, sedangkan Ramires di sisi kiri. Tanpa Ramires dan Meireles, pilihan mereka terbatas.”

Posisi Terry dan Ivanovic diisi duet David Luiz dan Gary Cahill yang diperkirakan fit dari cedera hamstring. Dengan perkiraan pola 4-2-3-1, kendati dalam praktiknya lebih mirip 4-4-1-1, ”The Blues” turun dengan Lampard dan Obi Mikel sebagai gelandang bertahan. Di depan, Didier Drogba ditopang Mata, serta Daniel Sturridge dan Salomon Kalou di sayap.

”Kami berusaha mencapai seluruh target kami dan semua pemain yang tampil luar biasa. Jadi, kami akan memaksimalkan skuad kami. Saya yakin, siapa pun yang diturunkan bakal tampil 100 persen,” kata Di Matteo.

Duel lini sayap

Bagaimana Bayern? Heynckes juga harus merombak formasi tim meski tidak akan keluar dari pakem 4-2-3-1. Apa pun perombakan yang dilakukannya, satu hal yang tidak berubah pada Bayern adalah dua sayap andalan mereka, Franck Ribery (kiri) dan Arjen Robben (kanan).

Robben dipastikan fit dan siap tampil meski Kamis lalu sempat mengalami demam. Duet Robben dan Ribery, yang populer dengan julukan ”Robbery”, sangat vital dalam skema permainan Bayern. Di ajang Liga Champions musim ini, Ribery menjadi penyumbang utama asis (lima kali), catatan tertinggi sejauh ini bersama beberapa pemain lain.

Pertarungan di lini sayap bisa menjadi kunci penentu kemenangan laga final ini. Peran pemain sayap hampir sekarat dalam beberapa tahun. Pada Liga Champions musim lalu, 35 persen gol dari bola-bola hidup lahir dari striker atau umpan diagonal ke arah striker. Gol-gol umpan silang dari sayap terhitung hanya 22 persen.

Musim ini, angka itu berubah. Terlalu padatnya sisi tengah dengan banyak pemain membuat area sayap banyak celah untuk dimaksimalkan. Sekitar 30 persen gol musim ini tercipta dari umpan-umpan silang. Dalam hal ini, Bayern jagonya.

Heynckes menegaskan, timnya bertekad untuk menuntaskan laga tanpa harus ditentukan lewat adu penalti. ”Saya berharap, kami bisa menghindari itu. (Jika adu penalti lagi) Itu bakal jadi partai ketiga yang harus diakhiri dengan adu penalti musim ini dan untuk seusia saya, saya tidak tahu, apakah jantung saya kuat,” katanya.(AP/AFP/REUTERS/SAM)

There are varied medicines for varied cases. A lot of drugs are used to treat symptoms of Parkinson’s disease, such as tremors. The drug is used together with other drugs to treat symptoms of Parkinson’s disease. Though erectile malfunction is more common among older men, that doesn’t make it ‘normal’. Below are few steps about “online cialis“. Apparently every adult has heard about “cialis online“. The most essential point you should look for is “how to buy cialis safely“. Note to diagnose a man’s sexual problem, the soundness care professional likely will begin with a thorough history of symptoms. Such problem is best determined with vocational help, preferably through counseling with a qualified druggist. Your dispenser can help find the treatment that is better for you and your partner. Preparatory to purchasing the drug, tell your doctor if you are allergic to anything.

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.