Warning: mysqli_num_fields() expects parameter 1 to be mysqli_result, boolean given in /home/mybetcom/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 3021
Seruan Boikot Pertandingan Sepakbola di Ukraina - Agen Bola Terpercaya Mybet188, Judi Bola Online, SBOBET, CASINO, IBCBET

Seruan Boikot Pertandingan Sepakbola di Ukraina

Apakah menteri kabinet dan keluarga kerajaan Belanda harus menghindari Kejuaraan Sepakbola Eropa di Ukraina? Menurut Menlu Uri Rosenthal, jika perlu, mereka memang tidak usah pergi ke sana. Namun, kalangan aktivis hak azasi manusia menyatakan, aksi boikot tidak perlu.

Sebagai reaksi atas berita mengenai penyiksaan terhadap mantan perdana menteri, Julia Timosjenko, Selasa kemarin Uri Rosenthal mengemukakan kemungkinan aksi boikot.

“Jika perlakuan terhadap nara pidana di Ukraina tidak membaik, khususnya terhadap Julia Timosjenko, jangan harap anggota kabinet dan keluarga kerajaan akan menghadiri pertandingan di Ukraina.”

Dengan demikian, Menlu Belanda mengikuti jejak Kanselir Jerman, Angela Merkel, dan Ketua Komisi Eropa, José Manuel Barroso.

Simbolis
Sikap Rem Korteweg dari lembaga Haags Centrum voor Strategische Studies terhadap ancaman boikot ini mendua. Memang, kadang kepala negara dan kepala pemerintahan sering peka juga terhadap bentuk tekanan internasional seperti itu, kata pakar analis strategi ini.

Namun, bagaimana pun juga, keadaan di Ukraina sekarang ini tidak akan langsung berubah. Selain itu, juga masih menjadi tanda tanya apakah ancaman seperti itu akan menjadi wujud tekanan berkepanjangan bagi Ukraina, dan akhirnya membuahkan perbaikan situasi hak azasi manusia di sana.

“Kita perlu lebih mencermati apa yang terjadi di sana. Apakah hal ini hanya menyangkut kasus Julia Timosjenko, atau pelanggaran hak azasi manusia secara struktural? Jika perlakuan terhadap Julia Timosjenko membaik apakah ini berarti situasi hak azasi manusia di Ukraina secara keseluruhan juga membaik? Atau ini hanya aksi simbolis saja?”

Menurut Rem Korteweg, mungkin saja Presiden Ukraina, Viktor Janukovitsj memperlunak perlakuan terhadap Julia Timosjenko. Dan selanjutnya, perhatian dunia internasional meredup.

Cina
Pemain kabaret Belanda Eric van Muiswinkel tahun 2008 melancarkan aksi untuk memboikot Olimpiade di Cina. Di Ukraina juga terjadi pelanggaran hak azasi manusia, tapi, demikian Eric van Muiswinkel, itu bukan alasan untuk samasekali absen di bekas republik Uni Sovyet tersebut.

Keadaan di sana “pada pokoknya lain” daripada di Cina, kata Eric van Muiswinkel yang menyebut dirinya pengamat hak azasi manusia, kepada majalah Belanda HP/De Tijd.

Menurut Eric van Muiswinkel Ukraina adalah “demokrasi yang masih berantakan dan korup versus negara satu partai, di mana mungkin ratusan ribu warga berada di kamp-kamp tahanan.” Sementara itu, pengaruh dunia internasional terhadap Cina sangat minim, alhasil, muncullah boikot sebagai aksi protes simbolis. Demikian Eric van Muiswinkel.

Walaupun demikian, tekanan politik masih bisa diberlakukan terhadap Kiev. Tapi itu harus dilakukan oleh ‘pemain-pemain besar’ seperti Uni Eropa dan Jerman.

Jeanne d’Arc
Pemain sepak bola Ukraina Evgeni Levchenko, yang selama 10 tahun bermain bola di pelbagai klub di Belanda, turut berdebat. Dia anti boikot dan berpendapat aksi itu tidak akan ada dampaknya. Bagi Evgeni Levchenko aneh, Julia Timosjenko kini dipandang sebagai Jeanne d’Arc. Padahal di Ukraina sudah bertahun-tahun warga yang mengutarakan pendapat dijebloskan ke penjara atau dibunuh.

Menurut cabang Belanda organisasi hak azasi manusia Amnesty International, ada baiknya Kiev ditekan menjelang Kejuaraan Eropa. Diharapkan itu bisa memperbaiki posisi Julia Timosjenko dan memperbaiki keadaan hak azasi manusia secara struktural. Demikian Ruud Bosgraaf juru bicara Amnesty International cabang Belanda.

Untuk memperkuat tekanan semaksimal mungkin, “kita” justru harus ke sana, tambah Amnesty International menegaskan.

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.